Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Ancaman Tersembunyi di Balik Proyek Peningkatan Jalan Rabat Beton

Musi Rawas, CENTER-POST.COM- Proyek-proyek infrastruktur seperti peningkatan jalan rabat beton merupakan investasi penting bagi kemajuan suatu wilayah. Namun, ketika pengerjaan proyek ini dilakukan tanpa memperhatikan kualitas yang dihasilkan, bukannya menjadi aset berharga, proyek tersebut justru dapat menjadi ancaman serius bagi daya tahan jalan dan merugikan masyarakat sebagai pengguna. Inilah realitas pahit yang harus diterima masyarkat jika terdapat proyek peningkatan jalan rabat beton yang dikerjakan asal-asalan.

Inilah pentingnya bagi Pemerintah, Kontraktor dan masyarakat untuk sadar diri dalam melakukan pengawasan ketika terdapat proyek pekerjaan di suatu daerah agar hasil yang didapatkan baik dan benar mutu. Disamping itu juga senantiasa menjaga dan memelihara asset tersebut untuk kebermanfaatan masyarakat luas, seperti inilah  kondisi pekerjaan proyek Peningkatan Jalan Simpang Pangkalan Tarum SP. 8 Trijaya yang berlokasi di Kecamatan BTS Ulu, terlihat di papan informasi bahwa proyek ini berada di satuan kerja Dinsa Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Musi Rawas yang berumber dana dari APBD Tahun 2023 dengan nilai Rp. 2.995.000.000,- dengan pelaksana CV. REPINS 98 dengan masa waktu kerja 150 hari kalender.

Sering kali pengerjaan asal-asalan dalam proyek peningkatan jalan mencakup berbagai masalah serius yang harus segera diperhatikan. Diantaranya yakni penggunaan bahan material yang kurang berkualitas oleh pelaksana dengan tujuan menghemat biaya, Adapun temuan oleh awak media di loksasi proyek pada kamis, (14/09/2023) seperti konstruksi tulang besi yang hampir menempel di hamparan jalan, ada dugaan besi tersebut tidak menggunakan bantalan tahu. Kemudian bebatuan yang digunakan pada lapisan atas (surface course) merupakan butiran utuh bukan butiran pecah. Apakah hal ini diperbolehkan atau tidak? maka Dinas PUBM lah yang tepat memberikan penjelasan, serta banyak lagi temuan-temuan lainnya.

Merujuk informasi pada papan informasi proyek ini, campuran beton yang digunakan adalah kode K.009/K.1.00 apa itu maksudnya?. K.009 dan K.1.00 adalah dua istilah yang sering digunakan dalam penjelasan mengenai bahan konstruksi, khususnya dalam konteks pembuatan jalan rabat beton. Ini adalah kode atau referensi untuk menggambarkan karakteristik atau spesifikasi tertentu dari bahan yang digunakan dalam konstruksi jalan.

Pada umum nya pada kode K.009/K.1.00 agregat pasir yang digunakan berukuran kurang dari 5 mm. Kemudian ukuran butir kerikil antara 5 mm hingga 20 mm, selanjutnya batu pecah dengan ukuran butir lebih dari 20 mm. Dalam pembuatan jalan rabat beton dengan spesifikasi K.1.00 atau standar serupa, biasanya digunakan batuan pecah (crushed stone) sebagai jenis bahan agregat utama. Batuan pecah adalah batuan yang dihancurkan menjadi fragmen-fragmen dengan ukuran yang sesuai untuk digunakan dalam campuran beton.

Alasan utama penggunaan batuan pecah adalah untuk mencapai kekuatan yang lebih baik dalam beton dan untuk memastikan agregat memiliki karakteristik yang sesuai dengan standar teknis. Batuan pecah memberikan berbagai ukuran butir yang dapat mengunci satu sama lain secara efektif dalam campuran beton, meningkatkan daya tahan dan stabilitas jalan. Sekali lagi dalam informasi ini dijelaskan menggunakan butir batuan pecah dan bukan butir batuan utuh.

Kode K.009/K.1.00 atau spesifikasi serupa biasanya akan mencantumkan persyaratan teknis yang terkait dengan daya tahan dan kekuatan abrasi yang harus dipenuhi dalam pembuatan jalan rabat beton. Spesifikasi tersebut akan mencakup berbagai faktor seperti:

Ukuran Butir 5-20 mm: Ini adalah ukuran batuan pecah yang umum digunakan dalam lapisan atas (surface course) jalan rabat beton. Ukuran ini memberikan permukaan yang lebih halus dan cocok untuk lalu lintas kendaraan.

Ukuran Butir 20-40 mm: Ukuran batuan pecah ini umumnya digunakan dalam lapisan tengah (base course) atau di bawah lapisan atas dalam jalan rabat beton. Ini memberikan kekuatan struktural yang diperlukan untuk jalan.

Ukuran Butir 40-70 mm atau lebih besar: Ukuran ini digunakan dalam lapisan bawah (subbase) atau di bawah lapisan tengah dalam konstruksi jalan rabat beton. Ukuran butir yang lebih besar memberikan dukungan dan stabilitas tambahan untuk konstruksi.

Jika diterapkan dengan benar tentu akan menghasilkan kekuatan tekan beton umumnya 25 Mpa (megapascal) atau 30 MPa. Dengan kekuatan seperti ini jalan dapat dilintasi denga naman dan nyaman oleh berbagai jenis kendaraan seperti kendaraan pribadi, komersial ringan, truk berat, kendaraan umum hingga kendaraan khusus dengan bobot berat.

Namun, jika nyatanya justru dikerjakan tidak tepat sesuai ketentuan. Dampaknya jalan yang seharusnya kokoh dan tahan lama menjadi rapuh dan mudah rusak. Hal ini dapat mengancam keselamatan masyarakat yang harus melintasi jalan tersebut setiap hari. Selain itu, teknik konstruksi yang asal-asalan juga merupakan masalah serius. Ketika proyek ini dikerjakan tanpa perencanaan dan supervisi yang baik, kesalahan-kesalahan muncul dengan cepat.

Ketebalan rabat beton yang tidak sesuai standar, ketidakrataan permukaan jalan, dan ketidaksempurnaan drainase adalah contoh nyata dari masalah teknis yang dapat merusak daya tahan jalan. Akibatnya, biaya perawatan jalan menjadi lebih tinggi, dan masyarakat sebagai pengguna jalan harus menderita akibat kerusakan yang terus-menerus.

Selain dari segi teknis, proyek yang dikerjakan sembarangan juga menimbulkan dampak sosial yang seringkali melibatkan praktik korupsi dan nepotisme, yang menguras anggaran publik dan merugikan kepentingan masyarakat. Selain itu, proyek ini juga bisa mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat, seperti kemacetan lalu lintas yang berkepanjangan dan polusi udara akibat pekerjaan konstruksi yang tidak teratur.

Kesalahan dalam pengerjaan proyek peningkatan jalan rabat beton ini harus segera diperbaiki. Pemerintah dan pihak terkait harus mengambil tindakan tegas untuk memastikan bahwa proyek-proyek ini dilakukan dengan standar yang tinggi dan transparansi yang maksimal. Ini termasuk melakukan audit ketat terhadap proyek-proyek yang sedang berjalan, mengganti kontraktor yang tidak kompeten, dan mengedepankan tata kelola yang baik dalam setiap tahap proyek.

Dalam jangka panjang, investasi dalam infrastruktur yang berkualitas adalah kunci untuk kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun, jika proyek-proyek peningkatan jalan rabat beton terus dikerjakan secara asal-asalan, maka bukan hanya jalan yang akan tergerus, melainkan juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan sistem pembangunan. Sudah waktunya untuk memberikan perhatian serius terhadap kualitas pengerjaan proyek ini demi kebaikan bersama. (Yuyung Anggara-Dedi Brades)

Baca juga : Proyek Jalan Rabat Beton Siluman Masuk Desa Pangkalan Tarum – Center Post (center-post.com)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page