Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Orang Tua Siswa MIN 1 Musi Rawas Keluhkan Tabungan Ratusan Juta Mandek

oppo_0

Musi Rawas, Center-post.com – Orang tua siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri I, G.I Mataram, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, mengeluhkan tabungan anaknya yang mandek atau tidak bisa di cairkan.

Hal ini terungkap berdasarkan pengakuan salah satu orang tua siswa, inisial H, dirinya menjelaskan bahwa anak nya menabung sudah enam tahun mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 namun, saat hendak mencairkan uang tersebut tidak bisa di cairkan sepenuhnya.

“Kalau dihitung kita ngasar saja, murid disini ada 700 kalu satu anak satu juta dalam per tahun itu saja sudah 700 juta, banyak kan”, ungkap H, saat di wawancarai di depan gerbang sekolah, Kamis (16/5/2024)

Diceritakan, sekitar satu minggu yang lalu kami orang tua siswa di undang untuk menghadiri rapat yang di gelar oleh pihak sekolah untuk membahas mengenai tabungan anak kami ini, sebab kepala sekolah sekarang ini baru jadi, persoalan ini sebenarnya ada di kepala sekolah yang lama.

“Kalau punya anak saya saat ini baru setengah yang di bayarkan dan sisa nya di janjikan di bulan Juni nanti”, ucapnya.

PTSP sekolah MIN I Musi Rawas, Ikbal, saat dibincangi mengatakan mengenai soal tabungan siswa dirinya tidak begitu memahami persoalan tersebut, karena hal itu langsung dengan kepala sekolah dan wali kelas siswa masing-masing.

Dijelaskan, untuk tabungan siswa sekolah kami bekerja sama dengan Koperasi Rias jadi, setelah anak-anak memberikan uang tabungan nya dengan wali kelas diketahui oleh kepala sekolah kemudian tabungan itu di setor ke koperasi rias sebagai mitra sekolah.

“Soal rincian real jumlah nya saya tidak tahu pak, nanti coba langsung saja dengan kepala sekolah karena kepala sekolah yang sekarang itu baru, baru sekitar 2-3 bulan ini”, pungkasnya.

Sementara itu, Kasubag TU, Kemenag Musi Rawas, Emil, menjelaskan bahwa persoalan ini di zaman kepala sekolah yang lama yakni pak Hidayat, dirinya menyanggupi untuk mengembalikan uang tersebut namun dengan cara di cicil.

Dikatakan, untuk uang keseluruhan itu sekitar Rp.518 juta, namun yang di kembalikan oleh kepala sekolah yang lama saat ini baru Rp.18 juta itu pun di tambah hasil patungan dari para guru-guru artinya sisa masih setengah milyar lagi.

“Kemaren sudah dikembalikan 18 juta jadi masih sisa setengah milyar lagi”, terangnya.

Dijelaskan, saat ini pak Hidayat sudah tidak lagi menjabat kepala sekolah di sana, dirinya sekarang sudah pindah ke MIN Kupang Lubuklinggau dan sebagai guru disana.

Yang jelas, kami sudah menekankan dan menghibau agar uana tersebut harus sesegera mungkin di bayarkan karena itu hak siswa dan kami tekankan agar pada saat pembagian raport nanti seluruh uangnya harus sudah di bayarkan semua.

“Kalau tidak suruh orang tua murid itu buat laporan resmi ke pihak kepolisian saja biar di proses hukum”, tutupnya. (Mikel)

 

 

 

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page