Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Jilid II, FPPE Desak Pertamina Blacklist Pihak Ketiga Nakal 

0-3968×2976-0-0-{}-0-24#

Lubuklinggau, Center-post.com – Masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli Pengawas Energi Daerah (FPPE) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Fuel Terminal Pertamina Patra Niaga Lubuk Linggau, Rabu (13/5/2026).

 

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak Pertamina terkait distribusi dan kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di SPBU.

 

Koordinator aksi, Faizal PGT, dalam orasinya meminta pihak Pertamina mengungkap secara terbuka kepada publik pihak-pihak yang diduga terlibat dalam persoalan distribusi BBM. Selain itu, FPPE juga mendesak Pertamina menyampaikan hasil investigasi yang dilakukan tim eksternal kepada masyarakat.

 

“Kami meminta Pertamina terbuka kepada publik terkait hasil investigasi yang dilakukan. Masyarakat berhak mengetahui,” ujar Faizal dalam orasinya.

 

FPPE juga meminta Pertamina memberikan penjelasan resmi bahwa BBM yang beredar di SPBU merupakan produk resmi Pertamina dan tidak bercampur dengan bahan lain.

 

Tak hanya itu, massa aksi mendesak adanya sanksi terhadap SPBU yang diduga menyalahgunakan barcode konsumen untuk kepentingan penimbunan BBM subsidi.

 

Selain menyoroti persoalan distribusi BBM, massa juga meminta Pertamina bertanggung jawab apabila ditemukan kendaraan konsumen mengalami gangguan setelah melakukan pengisian BBM di SPBU.

 

Dalam orasinya, Faizal turut meminta agar pihak ketiga yang terlibat dalam proses pendistribusian BBM dievaluasi.

 

“Silakan pihak Pertamina Lubuk Linggau memberhentikan pihak ketiga dalam pendistribusian BBM ke SPBU apabila memang terbukti merugikan masyarakat,” tegasnya.

 

Sementara itu, Nasrudin yang juga merupakan peserta aksi, mengecam dugaan buruknya sistem pengawasan distribusi BBM yang dinilai terus dibiarkan.

 

“BBM subsidi adalah jantung keberlangsungan kehidupan masyarakat. Jadi kami meminta Pertamina bertanggung jawab atas persoalan ini,” tegas Nasrudin.

 

Koordinator aksi lainnya, Angga Juli Nastionsyah, juga mendesak agar pihak ketiga dihadirkan dalam aksi lanjutan guna memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.

 

“Kami mendesak pihak ketiga dihadirkan dalam aksi jilid III nanti, agar persoalan ini bisa dibuka secara terang-benderang dan tuntas,” ujar Angga.

 

Menanggapi tuntutan massa, Manager Pertamina Lubuk Linggau, Wawan Prabawa, mengatakan bahwa seluruh aspirasi masyarakat telah diterima dan saat ini sedang dalam proses tindak lanjut.

 

“Semua yang menjadi tuntutan masyarakat sudah dalam proses. Mengenai pihak ketiga, nanti akan kami panggil,” ujar Wawan kepada massa aksi. (Mikel/Rls)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page