Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Soal Anggaran Pengelolaan Budidaya Ikan, Kadis Diskan Lubuklinggau Bungkam

Lubuklinggau, Center-post.com – Terkait soal anggaran kegiatan pengelolaan budidaya ikan di Dinas Perikanan (Diskan) Kota Lubuklinggau tahun anggaran 2025 yang menelan biaya mencapai 700 juta rupiah, Kepala Dinas (Kadis) Diskan, Kamaludin, sulit untuk ditemui dan terkesan bungkam. kamis, (1/10/2026)

 

Upaya untuk konfirmasi terhadap Kadis Diskan, Kamaludin, sudah beberapa kali dilakukan, sempat disambangi di kantornyo pada beberapa waktu yang lalu namun dirinya tidak berada di tempat dan dikatakan oleh pegawai pada dinas tersebut bahwa Kadis sedang tidak ada.

 

“Pak Kadis tidak ada, sedang ada rapat di kantor DPR”, ucap Kabid Budidaya, Ernawati, beberapa hari yang lalu di kantor Diskan Kota Lubuklinggau.

 

Tidak sampai disitu, upaya konfirmasi juga dilakukan dengan melalui via Whatsapp beberapa kali namun sampai saat ini tidak ada jawaban dan belum memberikan klarifikasi apapun terkait pengelolaan anggaran budidaya ikan di Diskan tersebut.

 

Sikap Kadis yang terkesan tertutup serta enggan dikonfirmasi oleh awak media tersebut menimbulkan tanda tanya besar, mengingat penggunaan anggaran keuangan daerah yang merupakan uang negara semesatinya bersifat transparan dan akuntabel sehingga dapat dijelaskan kepada masyarakat secara lugas dan gamblang.

 

Untuk diketahui sebelumnya, Kepala bidang budidaya diskan Lubuklinggau, Ernawati, saat di wawancarai, menjelaskan, bahwa dalam pengelolaan anggaran tersebut tidak seluruhnya dikelola oleh dinas namun diserahkan kepada pihak UPT yang kemudian diserahkan kepada masyarakat.

 

“Tahun 2025 kami hanya melaksakan kegiatan KE (Kemiskinan Ekstrim) dengan jumlah penerima bantuan 10 orang berupa kolam terpal, benih ikan lele beserta pakannya”, terangnya.

 

Diakui, bahwa dalam kegiatan tersebut dirinya ditunjuk sebagai PPTK namun kapasitas kami hanya mengetahui sebab sebagian besar kegiatan itu dilaksanakan di UPT yang ada di petanang, pokir dan pihak ke tiga.

 

“Biar lebih jelas sebaiknya langsung kepada pak Kadis atau sekretaris, saya tidak berani takut salah jawab”, pungkasnya. (Mikel)

 

 

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page